Terlahir Setia

Rasanya sudah lama banget gue gak update artikel sejak artikel sebelumnya yang berjudul Opini Gue Tentang Cemburu, Kesetiaan dan Susah Move On. Dan judul tulisan artikel gue kali ini rada – rada geli gimana gitu dikuping gue. Jadi jangan heran kalau  tubuh kalian bergetar merinding ketika membaca judul artikel gue kali ini.

Langsung saja kita ke topik.

Pernah gak sih salah satu dari kalian ketika patah hati dan susah Move On bilang begini, “Kenapa si lo gampang banget ngelupain hubungan kita sedangkan gue sampe sekarang belom bisa berhenti buat mengharapkan lo kembali? Kenapa si gue harus terlahir setia?”


“>Ada yang pernah kaya gitu? Kalo belum pernah mungkin kalian bukan orang yang gue maksud. Tapi faktanya ada kok. Misalnya saja gue. Bahkan ada juga yang diending kisah cintanya selalu seperti itu. Misalnya saja gue.

Sampai disini gue sempat berhenti 15 menit karena bingung mau nulis apa lagi.

Gue coba mengambil kesimpulan dari ini semua. Mungkin setia itu adalah salah satu efek dari yang namanya cinta. Ketika kita mencintai seseorang maka selamanya orang itu akan dihati lo meskipun hubungan sudah berakhir. Karena kesetiaan itu adanya dihati. Bukan terlihat dari berapa lama kalian berhubungan. Jangan menyalahkan diri sendiri karena lo setia dan berdampak lo susah move on. Karena seperti yang gue bilang artikel gue sebelumnya (baca disini) kalau lo gak perlu melupakan si mantan untuk bisa bersama yang baru. Jangan sampai saking lo takut susah move on lo justru menjadi takut untuk mencintai yang baru. Buat yang merasa terlahir setia, berbahagialah karena hidupmu penuh dengan cinta.

Opini Gue Tentang Cemburu, Kesetiaan dan Susah Move On

Ini hanya opini gue menanggapi curhatan teman – teman gue yang sering curhat tentang masalah dengan pacarnya. Beberapa statement gue mungkin akan sedikit radikal buat kalian. Yaah, ini cuma opini gue.

Banyak banget temen gue yang curhat tentang masalah hubungan mereka dengan pacarnya. Sering gue coba untuk memberi solusi yang paling tepat menurut gue meskipun masalah yang gue punya juga belum bisa gue selesaikan (Ini sotoy namanya). Kita semua tau kalau semua hal didunia ini bisa terjadi karena cinta. Dan gue yakin kalian akan setuju kalo cinta itu adalah suatu unsur yang paling penting di dunia ini. Sangat susah menemukan devinisi baku tentang apa itu cinta. Tapi kalo devinisi “bercinta” gue yakin semua punya devinisi yang sama. Ooops..
Setiap orang punya devinisi sendiri tentang cinta. Gue pernah ditanya guru bahasa Indonesia waktu di SMA tentang apa itu cinta. Gue cuma jawab, “Cinta itu memberi.” Dan ketika guru gue itu beralih bertanya ke pacar gue (sekarang mantan), cewek gue Cuma menjawab, “Cinta itu menerima.” Ketika itu guru gue menyimpulkan kalo cinta itu ketika kita bisa saling memberi dan menerima apa adanya dengan ikhlas. Terus? Yaah, gue juga bingung sebenernya. Sebenernya masalahnya ya Cuma itu – itu aja. Masalah cemburu, ketidaksetiaan dan SUMO (Susah Move On).

Kalo pacar cemburu itu wajar. Kenapa wajar? -baca selengkapnya!!->