APC #054 – Review Bulan Januari 2017

Sebenarnya ini sudah telat banget untuk mereview Januari 2017 gue. Tapi berhubung banyak motivator bilang “tidak ada kata terlambat” maka gue memutuskan tetap mereview. Ini adalah review atas beberapa poin yang telah gue lalui selama Januari 2017 yang semoga selain bisa menjadi pelajaran bagi gue bisa juga bermanfaat buat kalian semua. Continue reading

Advertisements

APC #053 – Akibat Menyepelekan

Harapan terbesar dari mayoritas orang yang baru saja di wisuda pastilah mendapatkan pekerjaan. Dan karena gue sudah mulai bekerja sejak gue semester 5 maka harapan terbesar gue setelah wisuda adalah mendapatkan pekerjaan baru yang jauh lebih baik dan sesuai dengan bidang studi kuliah gue. Sebenarnya yang terpenting adalah mencari kerja. Sesuai bidang studi atau tidak itu urusan belakangan. Tapi bukan itu yang akan gue bahas kali ini. Continue reading

APC #052 – Kembali ke WordPress Gratisan

Dari awal gue mengenal blog dan mencoba untuk nge-blog yaitu sekitar tahun 2008 gue cuma kenal sama salah satu produk unggulan google yang bernama blogger. Berawal dari pelajaran singkat mengenai blog di bangku SMP hingga akhirnya gue berusaha mengulik lebih dalam lagi secara mandiri mengenai blog dan blogger. Saat itu gue masih sangat belum paham gimana caranya mempercantik tampilan blog blogger gue dengan templete gratisan yang disediakan blogger. Gue yang selalu mengutamakan nilai estetika merasa bingung gimana caranya mengubah tampilan blog blogger gue menjadi enak dipandang terlebih dahulu sebelum akhirnya orang membaca artikel gue. Blog pertama gue gak bertahan lama hingga akhirnya gue menemukan wordpress.

Karena saat itu wordpress adalah sesuatu yang baru bagi gue dan gue melihat wordpress punya templete gratisan yang lebih bervariasi ketimbang blogger, secara amatiran gue menilai wordpress lebih baik dari blogger. Gue mulai aktiv menulis artikel lagi. Waktu itu gue punya blog kesehatan yang sebenarnya lebih gue tujukan untuk berjualan produk herbal. Singkat cerita akhirnya gue bosan untuk berjualan produk herbal tersebut dan gue memutuskan untuk membuat blog ini. Iya blog alvipunyacerita.wordpress.com. Blog ini gue buat pada 1 September 2013. Karena saat itu gue udah mulai sibuk kuliah sambil bekerja, so gue gak terlalu aktif menulis artikel. Selama 10 bulan gw cuma bisa menulis sekitar 50 artikel yang masih publish sampai sekarang dan sekitar 20 artikel yang batal publish atau gue unpublish karena beberapa alasan. Setelah sepuluh bulan aktif menulis artikel di blog ini gue memutuskan untuk beralih ke wordpress self hosting dengan domain alviblog.com.

Dengan alasan gue pengen blog yang lebih profesional yang bisa gue monetise dan gue bisa lebih bebas otak atik tampilan blog gue rela mengeluarkan dana sekitar -baca selengkapnya.->

Cerita Masa SMA | Suasana Belajar Dikelas Biologi

Kali ini gue akan coba membagi kepada kalian tentang bagaimana sih situasi belajar yang sangat baik dalam menunjang keberhasilan kalian di sekolah. Ini adalah foto – foto masa SMA gue. Lebih tepatnya Foto ketika gue masih duduk dikelas XII (dua belas). Dan ini adalah suasana belajar disuatu hari di kelas biologi.  Kalian gak perlu kaget melihat bagaimana cara kami belajar. Karena faktanya kelas gue adalah kelas dengan anak berprestasi terbanyak di angkatan gue saat itu. Kalian percaya? Silahkan lihat bagaimana situasi belajar kami dan gue harap kalian bisa mengerti beginilah cara belajar anak – anak cerdas. -lihat selengkapnya bagaimana cara belajar anak – anak cerdas.->

13 Moments (Pacaran Pertama Gue)

Ini adalah moment ke 4 dari 13 moment yang sangat “sakral” dalam hidup gue sampai dengan gue menginjak usia 20 tahun. Untuk momen – momen sebelumnya kalian bisa baca disini ( 13 Desember 1993 ) , (Cinta Monyet Pertama Gue) , (Cinta Monyet Kedua Gue)!

Namanya Novi (nama disamarkan). Gue udah naksir sama Novi dari kelas 3 SD. Dan selama beberapa tahun sebelum akhirnya jadian, gue yakin suatu saat dia bakal jadi milik gue (ini kaya sinetron banget). Tapi menurut gosip yang beredar di sekolah gue, dia lagi suka sama seorang cowok yang namanya Alfin. Walaupun namanya hampir mirip dengan nama gue tapi ini tetep bikin gue cemburu berat. Sakiiiiiitt, men!! Gue lupa kapan pertama kali gue kenal sama dia. Tapi yang jelas gue inget banget gimana dulu perasaan gue ke dia. Gue inget banget gimana begitu besarnya perasaan cinta monyet gue ke dia. Gue bener-bener pendam perasaan itu sampai gue akhirnya -baca selengkapnya tentang pacaran pertama gue yang super absurd->

13 Moments (Cinta Monyet Kedua Gue)

Ini adalah moment ke 3 dari 13 moment yang sangat sakral dalam hidup gue sampai gue menginjak usia 20 tahun. Untuk momen – momen sebelumnya kalian bisa baca disini ( 13 Desember 1993 ) dan disini (Cinta Monyet Pertama Gue)!

Waktu itu gue dah lulus dari TK dengan predikat Cum Laude. Dan gue masuk ke SD dengan nama yang sama dengan nama TK gue alias cm kaya pindah kelas doang. Dan seperti anak normal lainnya gue masuk ke kelas 1 SD. Separuh dari teman- teman gue adalah teman-teman TK gue.

Dan disinilah ceritanya dimulai.

-baca selengkapnya dimana gue naksir sama guru gue (lagi)!!->

Terlahir Setia

Rasanya sudah lama banget gue gak update artikel sejak artikel sebelumnya yang berjudul Opini Gue Tentang Cemburu, Kesetiaan dan Susah Move On. Dan judul tulisan artikel gue kali ini rada – rada geli gimana gitu dikuping gue. Jadi jangan heran kalau  tubuh kalian bergetar merinding ketika membaca judul artikel gue kali ini.

Langsung saja kita ke topik.

Pernah gak sih salah satu dari kalian ketika patah hati dan susah Move On bilang begini, “Kenapa si lo gampang banget ngelupain hubungan kita sedangkan gue sampe sekarang belom bisa berhenti buat mengharapkan lo kembali? Kenapa si gue harus terlahir setia?”


“>Ada yang pernah kaya gitu? Kalo belum pernah mungkin kalian bukan orang yang gue maksud. Tapi faktanya ada kok. Misalnya saja gue. Bahkan ada juga yang diending kisah cintanya selalu seperti itu. Misalnya saja gue.

Sampai disini gue sempat berhenti 15 menit karena bingung mau nulis apa lagi.

Gue coba mengambil kesimpulan dari ini semua. Mungkin setia itu adalah salah satu efek dari yang namanya cinta. Ketika kita mencintai seseorang maka selamanya orang itu akan dihati lo meskipun hubungan sudah berakhir. Karena kesetiaan itu adanya dihati. Bukan terlihat dari berapa lama kalian berhubungan. Jangan menyalahkan diri sendiri karena lo setia dan berdampak lo susah move on. Karena seperti yang gue bilang artikel gue sebelumnya (baca disini) kalau lo gak perlu melupakan si mantan untuk bisa bersama yang baru. Jangan sampai saking lo takut susah move on lo justru menjadi takut untuk mencintai yang baru. Buat yang merasa terlahir setia, berbahagialah karena hidupmu penuh dengan cinta.

Opini Gue Tentang Cemburu, Kesetiaan dan Susah Move On

Ini hanya opini gue menanggapi curhatan teman – teman gue yang sering curhat tentang masalah dengan pacarnya. Beberapa statement gue mungkin akan sedikit radikal buat kalian. Yaah, ini cuma opini gue.

Banyak banget temen gue yang curhat tentang masalah hubungan mereka dengan pacarnya. Sering gue coba untuk memberi solusi yang paling tepat menurut gue meskipun masalah yang gue punya juga belum bisa gue selesaikan (Ini sotoy namanya). Kita semua tau kalau semua hal didunia ini bisa terjadi karena cinta. Dan gue yakin kalian akan setuju kalo cinta itu adalah suatu unsur yang paling penting di dunia ini. Sangat susah menemukan devinisi baku tentang apa itu cinta. Tapi kalo devinisi “bercinta” gue yakin semua punya devinisi yang sama. Ooops..
Setiap orang punya devinisi sendiri tentang cinta. Gue pernah ditanya guru bahasa Indonesia waktu di SMA tentang apa itu cinta. Gue cuma jawab, “Cinta itu memberi.” Dan ketika guru gue itu beralih bertanya ke pacar gue (sekarang mantan), cewek gue Cuma menjawab, “Cinta itu menerima.” Ketika itu guru gue menyimpulkan kalo cinta itu ketika kita bisa saling memberi dan menerima apa adanya dengan ikhlas. Terus? Yaah, gue juga bingung sebenernya. Sebenernya masalahnya ya Cuma itu – itu aja. Masalah cemburu, ketidaksetiaan dan SUMO (Susah Move On).

Kalo pacar cemburu itu wajar. Kenapa wajar? -baca selengkapnya!!->

Makin Banyak Pasangan yang Beda Keyakinan | Bukan SARA

Eits.. Jangan mikir SARA dulu baca judulnya. Soalnya si Sara aja belum tentu mikirin lo. Ayo move on, guys.. #GakNyambuung

Artikel ini terinspirasi dari status BBM temen gue yang bunyinya begini : “Walaupun kita satu hati (jangan anggap ini kembar siam), tapi masalah keyakinan kita memang berbeda.” Selidik punya selidik ternyata yang dimaksud adalah -penasaran ya? | baca selengkapnya!!->

“AYO, TIMPUKIN BEBEKNYAAAA!!!!”

Pernah suatu hari ketika gue bersama keluarga sedang pergi ke rumah mbah putri (nenek) gue  di daerah Bantul, DIY. Eeemm,, Gue lupa apa tujuan kami ke sana. Yang gue inget tujuan gue kesana supaya ketika pulang dari rumah mbah, gue bisa membawa pulang kue dan uang dari mbah putrid gue tercinta.

Bukannya gue kurang mendapat duit dari nyokap bokap gue, tapi nyokap gue waktu itu lagi ngurangin uang jajan gue gara – gara waktu itu gue lagi hobi ngoleksi keong dan nyokap gue kesel ketika setiap pulang sekolah gue selalu membawa keong – keong langka baru.

Terus bukan juga karena gue jarang dapet kue dari nyokap gue, tapi gara – gara gue dilarang kebanyakan ngemil kue sama nyokap. Katanya nyokap gue, “Vi, kamu tuh jelek kalo terlalu gemuk. Kaya om – om.” Nyokap gue emang  paling baik, dia gak mau anaknya keliatan jelek. Atau lebih tepatnya, dia gak mau anaknya yang udah jelek jadi makin jelek.

Gue selalu senang setiap berkunjung ke rumah mbah gue yang satu ini. Selain karena daerahnya yang jauh dari kebisingan kota yang berarti juga daerah disana sangat sejuk, disana gue juga bisa bertemen dengan kalangan yang jarang gue temukan di tempat tinggal gue. Mereka adalah mbah Setro dan mbah Mijo yang mana mereka adalah sahabat mbah gue. Di sana gue cuma bisa main sama mereka.

Suatu ketika gue, adek – adek gue (ardy, danas) dan bokap gue jalan – jalan di tepi kali opak yang gak jauh dari rumah mbah gue. Biasa lah cari – cari keseruan ditempat yang gak mungkin gue temukan di Jakarta. Sungai yang airnya masih bening dimana kita masih bisa melihat batu – batu kali didasar sungai berhiaskan lumut dibagian yang tidak terlalu dalam. Untuk yang dibagian dalam gue kurang tau ada apa didasarnya. Kalo kalian siap tenggelam, gue harap kalian bisa mencoba kesana dan menceritakan apa yang kalian lihat didasar kali opak yang belum bisa gue lihat sampai saat ini. Kami jalan – jalan dan kami melihat sekumpulan bebek yang sedang berenang dengan asiknya. Karena di Jakarta gue hampir gak pernah melihat bebek yang belom di goreng alias masih hidup gue langsung terpikir untuk nimpukin itu bebek dengan batu. Gue memang pecinta binatang. -baca selengkapnya ketika hampir ada golok yang melayang ke leher gue!!->