Ketika Mengutamakan Kepentingan Sang Pencipta

Buat kalian yang baca tulisan gw sebelumnya pasti kalian sudah tau kalau gw lagi fokus banget cari kerja.

Baca juga : 21 Hari Meninggalkan Blog

Di artikel itu gw cerita kalau gw lagi proses interview untuk posisi yang sangat gw inginkan. Yaitu Manager.

Secara singkat cerita sebenarnya gw cuma mau cerita kalau gw berhasil mendapatkan posisi itu. Tapi gw mau ceritakan dalam sudut pandang yang berbeda. Yang sebenarnya baru gw sadari barusan sepulang dari gereja.

Jujur ini spiritual banget.

Walaupun gw seorang Katolik tapi gw yakin apa yang gw alami akan bisa berlaku di agama apapun.

Gw itu tipe orang yang ingin berkembang dengan sangat cepat. Gw selalu punya rencana untuk step selanjutnya dan akan mengusahakan secara maksimal untuk mendapatkannya. Setelah tercapai gw akan lanjut dengan target berikutnya dan akan berupaya maksimal untuk sampai di step berikutnya.

Mungkin ada yang bilang capek banget hidup gw. Tapi sejujurnya gw bisa enjoy dengan semua prosesnya.

Cloud Hosting Indonesia

Gw pernah punya target dalam karir yaitu harus mencapai level manager di umur 25 tahun.

Dari awal 2019 gw memberanikan diri untuk mulai apply lamaran – lamaran untuk posisi manager. Mengingat pada saat itu umur gw memang sudah 25 tahun.

Bukannya tidak mau mengejar posisi manager di kantor gw saat itu. Tapi bos gw pada saat itu memang lebih percaya pada sosok wanita untuk menjadi finance manager. Mau tidak mau gw cari diluar.

Yang gw bayangkan untuk menjadi manager dengan pengalaman terakhir asisten manager adalah hal yang mudah. Tapi faktanya hampir 2 tahun mencoba melamar posisi manager selalu gagal.

Gw berusaha semaksimal mungkin dan tidak lupa juga gw berdoa dan malaksanakan kewajiban agama gw.

Tiap jam 6 pagi, 12 siang, 6 sore dan 12 malam gw berdoa mohon kemudahan dari Tuhan. Puasa pun gw lakukan setiap Rabu dan Jumat.

For your information, Di Katolik sebenarnya ada kemiripan dengan Islam. Ada yang namanya doa 7x dalam sehari, puasa 40 hari di masa sebelum paskah dan puasa Rabu Jumat. Cuma sepertinya yang tau memang cuma orang katolik saja.

Oke lanjut.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Gw berdoa supaya Tuhan bantu gw untuk mencapai target gw tersebut. Gw yakin 100% kalau gw bisa bertanggung jawab atas posisi tersebut. Tapi nyatanya memang belum tercapai di umur gw yang sudah 26 tahun pada saat itu.

Hingga akhirnya pandemi covid-19 tidak terasa hampir 2 tahun berlangsung tanpa kejelasan kapan berakhir.

Tidak bisa ke Gereja dan selama hampir 2 tahun melakukan misa (ibadah) secara online di rumah membuat gw rasanya kangeeeeennn bangeeett pengen misa di gereja lagi. Sumpah kangen banget. Bosen misa online terus.

Yang nyebelinnya ketika misa online di TVRI masa iya dikasih iklan. Kan konyol. Untungnya setiap gereja bikin misa online di youtube. Hmm.

Kita semua tau kalau gereja di Indonesia itu dikit banget. Makanya untuk gereja di kota besar untuk ibadah yang harusnya di hari Minggu di buat juga di Sabtu. Dan di hari Minggunya bisa ada 3 – 4 kali misa karena memang jumlah umatnya sangat tidak sebanding dengan jumlah gereja.

Itu dalam kondisi normal ya. Disaat pandemi seperti ini hampir semua gereja di jabodetabek menerapkan kapasitas hanya 25% dari kapasitas seharusnya dan cuma 1 kali misa yaitu di hari Minggu. Artinya harus bergilir dengan sistem antrian yang ada dan sisanya misa online. Selama hampir 2 tahun pandemi gw baru ngerasain ke gereja 2 kali. Kebayang gak sih betapa kangennya gw untuk ke gereja?

Sampai akhirnya secara tidak sadar yang biasanya gw berdoa minta pekerjaan yang lebih baik, gw jadi berdoa minta supaya gw bisa ke gereja setiap Minggu. Tidak lupa juga gw menjalankan puasa. Masa prapaskah (masa sebelum paskah) gw benar-benar puasa 40 hari tanpa koar – koar ke teman kantor untuk meminta pengertian.

For you information, puasanya katolik sedikit beda. Konsepnya adalah makan 1 kali dalam sehari (24jam). Boleh minum air putih dan boleh makan di jam berapapun yang penting cuma 1 kali dan tidak ada jam sahur dan berbuka.

Oke lanjut.

Hosting Unlimited Indonesia

Sampai suatu ketika akhirnya tiba – tiba gw dapat panggilan interview untuk posisi manager tapi penempatan di Palu, Sulawesi Tengah. Gw ambil kesempatan itu walaupun berat harus jauh dari keluarga dan pacar. Tapi gw yakin Tuhan punya rencana yang sangat baik.

Hari ini sudah 3 minggu gw di Palu dan selama 3 minggu di Palu Puji Tuhan gw selalu bisa ke Gereja setiap hari Minggu karena umat Katolik disini memang sedikit.

Gokil gak tuh? Setiap Minggu gw bisa ikut misa tanpa harus bergiliran. Tuhan tempatkan gw di tempat yang gw bisa ikut misa di gereja setiap hari Minggu.

Hari ini gw benar-benar baru sadar kalau ketika gw mengutamakan kepentingan Tuhan diatas kepentingan gw maka harapan – harapan gw juga akan ikut termudahkan. Dan gw yakin ini juga berlaku untuk kita semua apapun agama kita.

Semoga menginspirasi.

Detik – detik pertama kali landing di Palu, Sulawesi Tengah.

Sekian atikel kali ini. Like, share dan follow / subscribe jika kalian suka dengan artikel ini. Kalau kalian mau kasih dukungan buat beli kopi bisa klik atau scan QR Code dibawah. Terima kasih sudah membaca.

https://saweria.co/alvipunyacerita

Salam Anget,

-Alvi Alevi-

Baca juga artikel lainnya di bawah ini. Terima kasih.

Penulis: Alvi Alevi

Male, 1993, Sagitarius, First Child, Indonesian.

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s