Baper : Ucapan Selamat Natal yang Ditolak

Baper atau kependekan dari bawa perasaan adalah kumpulan artikel seputar kepaberan gue terhadap banyak hal yang gue alami dalam kehidupan sehari – hari gue. Bisa jadi tidak banyak manfaat yang bisa kalian ambil dari pengalaman kebaperan gue ini. Lihat dari sisi lucunya saja atau sisi positifnya kalau ada.

Ini adalah cerita baper gue yang baru saja gue alami di kantor saat jam pulang kantor.

Hari ini adalah tanggal 28 Desember 2020 dimana hari ini adalah H+3 perayaan natal. Dan sekaligus hari pertama masuk kerja setelah libur lumayan panjang yaitu tanggal 24, 25, 26, 27 Desember 2020.

Di kantor gue ada 3 orang karyawan (Tidak termasuk bos – bos) yang merayakan natal. Mereka adalah Nardi (laki), Ovin (cewek), dan gue (entah apa).

Pagi hari sesampainya di parkiran kantor gue bertemu dengan Nardi yang kebetulan baru saja sampai juga. Seselesainya gue melepas helm dan sarung tangan gue langsung menghampiri Nardi dan tanpa pikir panjang gue langsung mengucapkan selamat natal.

Gue : Di, selamat natal ya.

Nardi : Eh iya Vi, selamat natal juga.

Percakapan singkat yang sangat menyenangkan hati karena tidak setiap hari bisa diucapkan.

Oke, langsung lompat ke waktu pulang kerja.

Hosting Unlimited Indonesia

Gue dan Nardi pulang bareng seperti biasa. Ketika akan pulang gue melihat ada Ovin di ruang meeting bersama manager finance dan orang marketing. Gue membuka pintu dan melambai dari pintu ruang meeting sambil mengucapkan selamat natal ke Ovin.

Namun sepertinya jawaban dari Ovin tidak seperti yang gue harapkan layaknya percakapan gue dengan Nardi pagi tadi.

Gue : Vin, Selamat natal ya. (Dengan nada penuh sukacita.)

Ovin : Apaan sih, natal udah lewat kali. (Dengan muka antara judes dan ngeledek.)

Sontak membuat orang di ruang meeting tertawa dan ngeledekin gue. Dan parahnya si Ovin tidak melanjutkan dengan ucapan selamat natal juga ke gue. Karena Ovin tidak terlihat akan menjawab lagi ya sudah gue pamit saja.

Gue : Oke duluan ya semua.

Lalu gue melanjutkan langkah menuju parkiran bersama Nardi tanpa obrolan sama sekali. Entah karena Nardi melihat muka gue yang terlihat jengkel banget atau karena Nardi juga merasakan ada yang aneh dari respon Ovin barusan.

Cloud Hosting Indonesia

Sampai dirumah gue masih baper dengan respon si Ovin tadi di kantor. Dalam hati gue bertanya – tanya, kenapa sih susah banget untuk jawab “Selamat natal juga Vi.” Apakah mungkin gue yang seorang Katolik tidak tau kalau orang Protestan tidak mengucapkan selamat natal setelah 25 Desember? Tapi Nardi yang Protestan nyatanya bisa tuh jawab “selamat natal juga” tadi pagi. Dan biasanya sih sepanjang Desember masih sangat wajar jika mengucapkan selamat natal kepada orang yang memang baru saja bertemu.

Ah yang penting niat gue baik. Ucap gue dalam hati untuk meredakan rasa baper gue.

Sekian atikel gue kali ini. Like, share dan follow / subscribe jika kalian suka dengan artikel ini. Kalau kalian mau kasih dukungan buat gue beli kopi bisa klik atau scan QR Code dibawah. Terima kasih sudah membaca.

https://saweria.co/alvipunyacerita

Salam Anget,

-Alvi Alevi-

Baca juga cerita baper gue lainnya disini, dan juga artikel lainnya dibawah ini. Terima kasih.

Penulis: Alvi Alevi

Male, 1993, Sagitarius, First Child, Indonesian.

5 tanggapan untuk “Baper : Ucapan Selamat Natal yang Ditolak”

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s