Meskipun Baru Naksir, Lebih Baik Realistis Dalam Memilih Calon Pacar

Buat kalian yang sekarang sedang naksir atau sedang PDKT (pendekatan dengan orang yang kalian anggap sebagai calon pacar kalian) dengan seseorang gue mau ajak kalian berpikir realistis dalam memilih calon pacar.

Dari judul artikel ini mungkin kalian sudah bisa mengambil kesimpulan dari keseluruhan artikel ini. Tapi jika kalian punya waktu lebih yuk disimak dulu realistis seperti apa yang dimaksud. Supaya kalian tidak bertanya – tanya lagi tentang perlu atau tidak realistis dalam memilih calon pasangan atau calon pacar dimana ditelinga sebagian orang realistis itu identik dengan matre atau materialistis.

Sebelumnya perlu ditegaskan bahwa postingan ini tidak dimaksudkan untuk mengecilkan optimisme kalian dalam melanjutkan hubungan dengan pacar kalian yang (mungkin) memiliki permasalahan yang menurut kalian semakin hari semakin terasa berat. Kalian harus tetap optimis dan mengusahakan yang terbaik untuk hubungan kalian.

Buat kalian yang sekarang sedang naksir atau sedang PDKT dengan orang yang kalian anggap sebagai calon pacar kalian, disini kalian akan diajak berpikir realistis dalam memilih calon pacar. Supaya kelak jika kalian berpacaran tidak jadi pacaran yang (bisa dibilang) buang – buang waktu dan energi. Tentunya pacaran yang dimaksud adalah pacaran yang benar – benar serius untuk bisa dipertahankan sampai lanjut ke jenjang pernikahan ya. Namun terlepas dari niat pacaran kalian serius atau tidak nyatanya ada banyak yang pacaran dari SMP terus berlanjut sampai SMA terus berlanjut lagi sampai nikah. Jadi memang alangkah baiknya umur berapapun kalian saat ini jika kalian sanggup memahami artikel ini alangkah baiknya kalian mempertimbangkannya.

Apa itu realistis?
Realistis itu tidak melulu soal materi. Ini lebih ke arah melihat nilai – nilai apa yang kalian pegang teguh dalam diri dan keluarga kalian lalu membandingkannya dengan kemungkinan untuk tetap memegang teguh nilai – nilai tersebut bersama orang yang kamu taksi. Misalnya masalah agama, adat, budaya keluarga, dll. Kalau memang harus satu agama ya jangan pilih yang beda agama, kalau memang harus yang satu suku ya jangan pilih yang beda suku, kalau memang harus sama yang lebih kaya secara finansial ya jangan pilih yang tidak lebih kaya, kalau harus sama yang lebih tua ya jangan pilih yang lebih muda.

Mengapa harus realistis?
Jawaban simplenya karena kalau tidak realistis pasti akan berat pacaran kalian. Kalau dari pacaran saja udah berat kebayang kan gimana perjuangannya untuk bisa sampai ke tahap pernikahan? Dan ada kemungkinan setelah pacaran bertahun – tahun, setelah keluar banyak uang buat wisata dan “check in” berdua (oops), setelah cicil rumah bersama, setelah bikin tabungan bersama untuk biaya nikah, setelah kehilangan banyak teman karena selama pacaran cuma berduaan aja kemana – mana, akhirnya hubungan kalian harus berakhir alias putus karena ada beberapa prinsip yang saling bertentangan. Intinya jangan hanya karena mempertahankan prinsip cari pacar tanpa memandang suku, agama, ras dan latar belakang keluarga terus kalian tega membuat keluarga kalian sedih terutama ibu kalian. Memang sih kalau sudah terlanjur pacaran pasti jika keluarga kalian bijak, selama pacar anaknya bertanggung jawab dan punya pekerjaan atau usaha yang mapan pasti akan merestui walaupun sebenarnya sedikit dengan berat hati. Tapi kalau ternyata keluargamu lebih power full dan menolak hubungan kalian yang ada kamu akan sangat menyakiti pacar kamu karena harus melepaskannya. Dan sangat tidak disarankan jika kalian berpikir untuk “kawin lari” akibat tidak mendapat restu keluarga.

Intinya, meskipun baru naksir, lebih baik realistis dalam memilih calon pacar atau calon pasangan. Tapi kalau sudah terlanjur pacaran ya usahakan semaksimal mungkin dan banyak berdoa. Karena gimanapun juga jodoh ditentukan oleh masing – masing pasangan atas restu Tuhan melalui restu orang tua.

Semoga kalian dimudahkan jodohnya ya.

Share di kolom komentar di bawah jika kalian punya kisah cinta yang bisa menginspirasi. Atau yang tidak menginspirasi juga gak apa – apa deh. hehehe.

Sekian atikel gue kali ini. Like, share dan follow / subscribe jika kalian suka dengan artikel ini. Kalau kalian mau kasih dukungan buat gue beli kopi bisa klik atau scan QR Code dibawah. Terima kasih sudah membaca.

https://saweria.co/alvipunyacerita

Salam Anget,

-Alvi Alevi-

Sumber gambar : Love photo created by wayhomestudio – www.freepik.com

Penulis: Alvi Alevi

Male, 1993, Sagitarius, First Child, Indonesian.

3 tanggapan untuk “Meskipun Baru Naksir, Lebih Baik Realistis Dalam Memilih Calon Pacar”

  1. Ya betul sekali. Sebaiknya pilih pasangan yang sekufu kalau kata agama Islam. Kalau tidak nanti akan timbul masalah. Percayalah. Takdir dari Tuhan selalu memberikan yang terbaik.

    Salam sehat.

    Suka

    1. Kurang lebih setuju kecuali soal takdir. Hehe.
      Kadang orang milih pacar asal2an dengan dasar berpikir belum tentu akan menikah. Nyatanya setelah pacaran gak selalu mudah untuk putus secara baik2.

      Suka

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s