Sebuah Kehormatan Bisa Mendapat Kesempatan Merasakan Masa Sulit Di Negeri Ini

Sebuah kehormatan bisa mendapat kesempatan untuk merasakan masa sulit di negeri ini karena gue jadi punya kesempatan lebih besar untuk menyemangati dan menolong saudara – saudara kita yang membutuhkan.

Waktu terjadi krisis moneter tahun 1998 gue masih TK dan belum merasakan sulitnya hidup pada saat itu.

Dan gue gak tau apakah setelah krisis moneter tahun 1998 sampai dengan sebelum terjadi pandemi ketakutan covid-19 ini pernah atau tidak terjadi sebuah masa sulit yang dampaknya dirasakan satu negara atau bahkan satu dunia.

Disaat gue lagi nyaman – nyamannya bekerja mencari uang untuk bayar segala cicilan dan membangun beberapa bisnis kecil – kecilan terjadilah wabah sialan ini melumpuhkan perekonomian dunia.
Anjir.

Dari awal ada wabah ini jujur gue gak terlalu takut dan ambil pusing. Tapi ketika disampaikan bahwa virus itu sangat berbahaya untuk orang diatas 60 tahun yang sudah memiliki penyakit kronis langsung gue mulai panik karena dirumah ada nyokap dan bokap yang punya riwayat sakit jantung.
Damn.

Namun seiring makin banyaknya informasi resmi dari WHO yang menurut gue kurang meyakinkan dan terkesan mengarang akhirnya membuat gue yakin kalau semua ini fix setingan untuk menciptakan krisis ekonomi dunia. Sebagai orang yang dari Sekolah Dasar memiliki pandangan yang berbeda dengan mayoritas orang di dunia soal bentuk bumi ini gue sangat yakin kalo dunia ini panggung sandiwara belaka.
Bedebah kau elit global.

Sekarang benar – benar situasinya sulit. Terutama di rumah gue. Dan mungkin dirumah kalian juga. Kedua adik gue udah gak bisa terima gaji full karena dirumahkan sementara. Padahal bayaran kuliah mereka harus tetap dibayar. Bokap nyokap gue yang mengandalkan pemasukan dari warung jadi gigit jari karena gak ada yang beli karena memang situasi di perumahan gue sepi banget. Tinggal gue doang yang Puji Tuhan masih terima full sampai akhir April ini. Entah bagaimana Mei nanti. Semoga gue tidak dirumahkan.
Amin.

Tapi bagaimanapun juga masa sulit akan memaksa kita berpikir jauh lebih luas untuk bisa bertahan ditengah banyaknya tanggung jawab yang masih harus dipenuhi. Bagaimana kita bisa bertahan tanpa mengabaikan saudara – saudara kita yang juga kesulitan. Masa sulit akan menjadi ujian bagi kita apakah kita layak disebut manusia dengan jiwa yang kuat atau hanya manusia lemah yang menyerah karena keadaan tanpa peduli dengan sesama.

Sekian atikel gue kali ini. Like, share dan follow / subscribe jika kalian suka dengan artikel ini. Kalau kalian mau kasih dukungan buat gue beli kopi bisa klik atau scan QR Code dibawah. Terima kasih sudah membaca.

https://saweria.co/alvipunyacerita

Salam Anget,

-Alvi Alevi-

Sumber gambar : Business photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Penulis: Alvi Alevi

Male, 1993, Sagitarius, First Child, Indonesian.

Satu komentar pada “Sebuah Kehormatan Bisa Mendapat Kesempatan Merasakan Masa Sulit Di Negeri Ini”

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s