APC #055 – Kenapa harus selingkuh?

Dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun tampaknya gue cukup mendapat banyak pengalaman mengenai perselingkuhan. Bahkan karena sejak pertama kali pacaran di jaman sekolah dasar gue udah banyak mendengar dan mengalami kisah perselingkuhan, temen gue sampe ada yang bilang gue expert banget soal perselingkuhan saat gue menasihati dia supaya putus dulu dari pacarnya yang sekarang baru pacaran sama yang baru. Padahal gue bukannya expert. Gue cuma terlalu heran sama orang yang akhirnya memilih untuk berselingkuh dari pacarnya.

Kalian tau kan apa itu selingkuh?
Selingkuh itu terjadi ketika kita sudah punya pasangan. #Yaiyalah
Nah setiap orang pasti kan punya kekurangan, ketika kita menikmati kelebihan orang lain yang menjadi kekurangan pasangan kamu, itulah selingkuh.

Misalnya gini; kamu seorang cewek yang sedang kesal dengan cowok kamu yang terkesan kurang bisa bikin kamu nyaman. Nah ada cowok lain yang bisa bikin kamu nyaman lalu kamu menikmati nyamannya bersama dengan dia yang bukan cowok kamu padahal kamu masih punya cowok. Itulah selingkuh.
Walopun sama orang tersebut belum ada status tetap saja itu namanya selingkuh. Apa lagi masih punya pacar udah pacaran sama orang lain. Itu selingkuh parah sih namanya.

Jadi selingkuh itu apa?
Kalo dibilang penghianatan benar gak?
Menurut gue selingkuh itu salah satu bentuk penghianatan.

Namanya pacaran kalo pada akhirnya menemukan ketidakcocokan ya itu gak masalah. Solusinya adalah komunikasi baik – baik supaya bisa mengakhiri hubungan dengan baik – baik juga. Baru setelah itu cari yang baru. Tapi bukannya putus setelah menemukan yang lebih baik ya. Tapi putuslah ketika kalian sudah merasa tidak cocok.

Percaya deh kalo semanis – manisnya selingkuh akan berakhir dengan penyesalan. Selama masih bisa putus kenapa harus selingkuh? Sedangkan yang sudah menikah dan gak boleh cerai saja selingkuh tetap dilarang. Intinya, menurut gue selingkuh itu gak layak untuk dibenarkan.

Salam hangat,

-Alvi Alevi-

Advertisements

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s