Curhatan Botol Minum yang Kehilangan Tutupnya

Dear My Blog,

Gue masih inget banget gimana berartinya gue waktu dulu masih bersama si tutup. Gue berasa hidup gue masih berfungsi. Pemilik gue (anggap namanya Billy) yang masih duduk di Sekolah Dasar itu selalu membawa gue ke sekolah atau kemanapun dia pergi untuk berbagai macam kegiatan diluar sekolah. Bahkan jika si bibi tidak memasukkan gue ke ransel Billy dia akan kesal dengan mama dan bibinya kenapa gak ada yang memasukkan gue ke tas Billy. Hingga suatu ketika si kakaknya Billy memakai gue tanpa ijin Billy untuk dibawa ke acara perkemahan. Dia yang kurang bertanggung jawab membiarkan gue terbuka dengan tutup yang hanya di letakkan disamping gue. Gue gak bisa berbuat apa – apa selain berharap si tutup gak jatuh dah hilang karena ada begitu banyaknya barang disana dan gue hanya seorang sebuah botol. Hal itu benar – benar kejadian ketika kemah berakhir dan semua barang – barang yang berantakan (termasuk gue) di bereskan serapinya. Cuma gue yang dimasukkan ke ransel tanpa tutup. Si tutup tertinggal di lokasi kemah bersama sampah – sampah yang tak ikut dibawa pulang. Billy tentu sangat kesal karena gue satu – satunya botol minum miliknya. Namun berhubung gue hanya sebuah botol minum biasa maka dari pada Billy jadi sedih karena gue, membuat si mama membelikan pengganti gue yang baru yang punya tutup yang tak bisa dipisahkan dari botolnya. Kini Billy sudah dak memperdulika gue lagi. Posisi yang tepat buat gue sekarang hanyalah dilemari. Entah kapan gue akan dibuang ke tukang rongsok yang jelas gue masih bersyukur tidak langsung dibuang setelah gue gak berfungsi lagi.

Hingga suatu ketika Billy menjemput gue dari lemari dan gue berpikir saat itu adalah hari terakhir gue dirumah itu dan segera akan dibuang. Namun ternyata gue dicuci oleh si Billy. Gue heran.

“Maa, maduku aku pindah ke botol ini ya? Aku gak suka bentuk botol madunya.” Ucap Billy.

“Tapi kan itu gak ada tutupnya. Nanti disemutin.” Sahut mama.

“Kan masih bisa pake plastik terus dikaretin ma. Bisa kan ma?”

“Ow, yaudah gak apa – apa. Terserah kamu aja.”

Gue berasa ditampar gara – gara sudah beranggapan diri gue gak berfungsi lagi. Ketika gue merasa gak berguna lagi ternyata gue masih berguna. Apa lagi kalau gue selalu merasa berguna dan selalu akan makin berguna.

Best Regrads,

-Botol yang Kehilangan Tutupnya-

Advertisements

14 thoughts on “Curhatan Botol Minum yang Kehilangan Tutupnya

  1. Bagus ceritanya.. Moralnya dapet πŸ˜€ Kita ngga boleh ya suudzan ketika kehilangan sesuatu.. Belom tentu apa yang kita khawatirin itu kejadian :p

  2. botol dan tutupnya merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan ya mas, mereka saling melengkapi satu sama lain menutupi kekurangan masing-masing. Jadi mereka tidak bisa dipisahkan. Karena apabila dipisahkan, pasti ada yang kurang πŸ™‚

    • Akhirnya ada yg manggil mas.. hahaha.. iya, botol dan tutupnya memang saling melengkapi.. Botol akan hampa tanpa tutupnya. Tapi lebih hampa tutup yang kehilangan botolnya.. hehe..
      Salam kenal Ririn..

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s