DeadLine dan Karena DeadLine

Hi, udah lama banget gue gak spaming nulis artikel di blog gue ini. Sebulan terakhir gue baru aja ngerasaan deadline yang sesungguhnya. Dimana gue harus menyelesaikan naskah terbaru gue dalam waktu satu bulan. Sebuah waktu yang sangat singkat untuk pengerjaan sebuah naskah novel. Entah bagaimana ending dari naskah itu. Apakah bisa menjadi sebuah buku atau enggak yang jelas it’s my best. Dan kenapa gue sampai gak sempat untuk blogging? Jawabannya ada di jadwal gue yang seperti ini;

06.30 – 08.00 On the way kantor

08.00 – 17.00 Kerja

17.00 – 18.30 On the way ke Kampus

18.30 – 21.30 Kuliah

21.30 – 22.00 On the way pulang ke rumah

22.00 – 22.30 Mandi, makan, nyiapin buat aktivitas besok.

22.30 – 02.00 Ngejar deadline naskah

02.00 – 05.00 Tidur

05.00 – 06.30 Siap – siap berangkat

Satu bulan yang sudah membuat gue hampir gak bisa bernafas. Tapi untungnya dada gue besar (katanya), jadi gue masih punya cadangan oksigen yang mencukupi.

Bahkan keberadaan gue dirumah sampai dipertanyakan. setiap pulang ke rumah biasanya orang rumah udah pada sibuk dikamar masing – masing. Dan satu jam kemudian ketika gue turun ke bawah dan ada yang melihat gue mereka selalu bilang, “Lho, udah pulang Vi?”. Bahkan gue juga sampai harus menolak kemanapun teman – teman gue ngajak jalan. Gue si bilang lagi ada kerjaan. Walaupun sebenarnya ya karena gue lagi gak ada duit. Hahaha.. Oiya, beberapa hari di bulan itu adalah jadwal UAS kampus gue. Dan gue seakan gak peduli dengan nasib gue di kelas saat UAS. Untungnya teman – teman gue emang kompak banget. Kita sampai bikin group BBM dan Whatsapp cuma buat share jawaban. Biasa aja ya? Haha..

Gue memang belom profesional dan expert banget dalam hal menulis. Tapi menurut gue inilah hobi. Hanya perlu berusaha dan menikmati prosesnya. Gak perlu panik banget dengan endingnya.

Sedikit tips dari gue : Ketika kalian dikejar deadline dalam konteks apapun, jangan anggap kita sangat terbatasi oleh waktu. Tapi anggaplah kita yang membatasi waktu. Dan ingat, sesibuk apapun kalian jangan sampai membuat kalian lupa kewajiban ibadah kalian. Berdoa, Beribadah, Sholat, ke Masjid, ke Gereja, ke Pura atau ke Wihara.

Dan sekarang gue lagi membangun sebuah Event Organizer bersama tiga teman gue. Dan disini gue akan menemukan cerita – cerita seru dibalik deadline yang nanti akan kembali gue temukan.

Sekian dulu pemanasan gue. Semoga cerita gue bisa bermanfaat buat kalian. Bye – Bye..

Salam Anget,

 

@alvialevi (on twitter)

Penulis: Alvi Alevi

Male, 1993, Sagitarius, First Child, Indonesian.

Satu komentar pada “DeadLine dan Karena DeadLine”

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s