Ketika SIAL Menimpa Gue

Ceritanya berawal 9 April 2014 dimana waktu ini ada temen lama gue (Andri) tiba2 BBM dan sedikit tanya kabar. Dan gue tau itu cuma sekedar basa basi yang basi banget. Terbukti setelah itu dia langsung bilang kalo dia lagi butuh uang buat dipinjemin ke salah satu temen gue lagi (Rey) yang lagi butuh uang buat anaknya yang lagi sakit. Dia minta tolong untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening Rey dengan beberapa penjelasan kenapa Rey butuh banget uang itu (dan gue percaya) dan akan diganti besoknya. Berhubung saat itu udah jam 23.00 dan gue udah males buat ngapa-ngapain, akhirnya gue bilang gue akan transfer uangnya besok pagi. Keesokan harinya (10 April 2014) gue mentransfer uang itu. Gue mentransfer uang yang seharusnya gue setorkan untuk bayaran semesteran kuliah gue yang seharusnya masih bisa dibayarkan bulan depan sehingga gue berpikir untuk meminjamkan dulu karena ini masalah nyawa seseorang. Sejauh ini belum terjadi masalah hingga sore itu gue kekampus dan baru tau kalo pembayaran terakhir uang semesteran bukan bulan depan, melainkan besok Sabtu, 12 April 2014 yang berarti hari terakhir gue harus setor ke bank adalah besok sok sok… Gue gak pegang duit buat bayar uang kuliah. Gue berpikir harus langsung tagih uang gue ketemen gue tadi. Tapi dia bilang ada masalah dan baru bisa transfer hari Sabtu. Mampus gue.. Gue terancam gak bisa ikut UAS. Gue bingung dan cuma bisa muterin tiang listrik sambil gigit jari.

Gue ceritakan masalah gue ini ke orang tua dan untuk nyokap gue langsung transfer uang itu dengan syarat setelah temen gue balikin itu uang, gue harus balikin uang itu ke nyokap gue juga. Itu gak masalah.

Keesokan harinya gue udah lega karena urusan kuliah udah beres. Yang hari ini gue pikirkan adalah gue harus latihan nyanyi karena besok (12 April 2014) gue ada audisi lomba nyanyi yang diadakan oleh kampus gue. Seorang Alvi yang suaranya gak lebih bagus dari kodok kentut nekad ikut lomba nyanyi. Gue tau besok adalah masalah besar buat gue. Karena gue yakin akan dihina abis-abisan sama juri-juri. Ah tapi bodo amat. Gue nekad berangkat bareng temen-temen gue yang juga ikut tanpa bawa uang. Uang gue bener-bener abis buat bayar kuliah kemaren. Tapi itu bukan masalah buat gue. Karena gue masih bareng dengan temen-temen gue.

Ketika gue nunggu giliran digebukin, seperti biasa gue buka tablet (bukan tablet obat)  gue.

Dan gue baru sadar kalo layar LCDnya retak dibagian kanan bawah. Dan itu bener-bener bikin gue SYHOOHGK (biasa aja bacanya). Gue berharap garansinya bisa berlaku untuk kondisi seperti ini. Dan akhirnya gue tau kalo garansinya gak berlaku dan gue harus service Samsung Galaxy Note 8.0 tablet gue dengan ongkos 1,5juta. Perasaan gue yang lagi degdegan diruang tunggu hilang dan jantung gue hampir berhenti berdetak. Dan dari tab gue yang layarnya udah gak enak diliat namun masih bisa digunakan itu gue dapet kabar kalo gue udah jadi korban penipuan si Andri yang beberapa hari lalu gue pinjemin uang. Otak gue blank, paru-paru gue macet sebelah dan perut gue keroncongan (gue juga laper). Dan disaat seperti itu tiba-tiba nama gue dipanggil untuk masuk ke ruang audisi. Gue cuma bisa jalan kaya mayat hidup. Tatapan kosong dan jalan tanpa suara atau ekspresi. Gue cuma fokus suapa saat jalan gue gak kesandung botol aqua air mineral yang membuat otak gue jadi berguncang dan membuat gue lupa dengan lirik lagu yang akan gue nyanyikan. Sampai diruang audisi dan ketika gue bilang gue akan menyanyikan lagu Begitu Indah dari Padi, si juri menyuruh gue menyanyikan lagu lain. Tapi gue menolak menyanyikan lagu lain. Gue tau gue gak akan lolos dengan apa yang gue lakukan barusan. Tapi gue udah gak peduli dengan audisi ini. Gue cuma nyanyi sampai reff pertama dan berhenti sebelum distop. Juri memberikan komentar kalo mauka gue saat nyanyi adalah muka gak niat. It’s Oke. Karena niat gue sudah hilang sejak satu jam yang lalu.

Oke, gue dan temen-temen gue dah audisi semua dan waktunya pulang. Sudah sore dan gue berharap kesialan gue cukup sampai disitu. Namun ketika perjalanan pulang lagi-lagi gue kena sial. Ban Motor gue pecah dan harus diganti. Gue gak bawa uang. Dan gue terpaksa pinjem ke salah satu temen gue. Dan itu adalah kesialan terakhir gue dihari itu.

Untungnya gue masih ada uang yang pernah gue pinjemin ke beberapa temen gue dan bisa gue tagih untuk gue hidup sampe gue gajian akhir bulan april nanti.

Sempet gue kesel atas kesialan gue dihari itu. Apa lagi ketika gue melihat tab yang belom gue perbaiki. Gue tau tab itu rusak bukan karena gue. Tapi ada temen gue yang gak sengaja melakukannya. Tapi gue gak berani menuduh. Gue anggep ini karena keteledoran gue.

Sekarang gue dah ikhlasin semuanya. Karena mungkin ini lah harga yang harus gue bayar untuk pelajaran yang sangat berharga ini. Dan semua orang memang memerluakan sebuah kesialan yang akan menyadarkan mereka. Pelajarannya adalah jangan terlalu percaya kepada orang walaupun kita mengenalnya, jangan teledor meletakkan barang yang dianggap berharga. Dalam kasus ini gue cuma teledor meletakkan tablet gue. Dan kalian perlu tau kalo gue dulu pernah lupa dimana meletakkan adek gue (Ardy).

Tetap berjaga-jaga.

Salam Anget,

 

-ALVIALEVI-

 

Advertisements

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s