Nasi Kucing

image Gue yakin kalian semua tau yang namanya kucing.. Hewan bersuara miaaww yang eEk-nya bau banget (hasil riset sendiri). Tapi bukan itu yang akan gue bahas. Yang ingin gue bahas adalah Om Jono, iisshhh, sori sori salah. (Tiba2 gue kepikiran orang itu lagi) Gue akan bahas tentang NASI KUCING. Gue inget banget kapan pertama kali gue makan nasi kucing. Waktu itu gue masih SD dan gue lagi liburan di dirumah nenek gue di daerah DIY. Dan suatu ketika gue diajak saudara gue makan NASI KUCING di angkringan. Sebagai anak kecil tampan tentunya gue seneng diajak jalan jalan. Sampai disebuah angkringan yang gerobaknya udah hampir jadi mumi gerobak kami berhenti dan mulai melihat makanan yang ada. “Nah, ini vi yang namanya NASI KUCING. Kamu makan satu dulu. Nanti kalo kurang ambil lagi.” Jelas mbak gue. Langsung gue buka karetnya dan langsung gue amati makanan yang baru gue kenal itu.. “Mbak mbak mbak,,” “Iya kenapa vi?” “Daging kucingnya mana?” Tanya gue polos polos begok kebangetan. Ternyata gue baru tau kalo maksudnya NASI KUCING itu nasi tapi dengan porsi makannya kucing. Yaa, walaupun gue belum pernah liat kucing makan nasi di warung dan gw belum pernah liat kucing kawin, tapi gue tetep menganggap alasan itu masuk akal. -@adrianusalvi-

Advertisements

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s