From Culun to Cullen (Alvi dari Masa ke Masa)

Yang pertama Ini foto gue waktu kelas XI SMA. (Sebenernya gue punya yang lebih jadul dan lebih parah dari ini. Tapi sayangnya ada di komputer gue yang ada di kampung halaman)

13122010056Gue inget banget ini foto pas ultah gue ke 17 tahun dan gue traktir 3 orang temen gue (Aya, Perez dan Nurbaiti) di warung bakso deket SMA gue.

Picture (Bali) 066Ini foto ketika gue wisata ke Bali di penghujung kelas XI. Sumpah ini gembel banget. Udah kaya korban tsunami yang lagi di foto buat iklan minta sumbangan.

Picture (Bali) 120Ini masih ketika gue di Bali. Jangan pikir itu gue lagi senyum, itu adalah raut wajah ketika gue lagi membatu gara – gara ketakutan dengan apa yang sedang gue pegang itu.

Yang selanjutnya adalah ketika gue menginjak bangku kelas XII yang artinya ini adalah foto gue setelah lebih tua satu tahun.

104_5388Ini adalah wajah setres gue di detik – detik menjelang Ujian Nasional.

102_2554Kalo yang ini adalah ketika gue lagi di Sendangsono dan ini sumpah gue jelek banget.

100_6237Ini adalah foto ketika gue sedang Wisuda kelulusan SMA. Dan ini adalah terakhir kalinya gue duduk berdekatan dengan siapa yang ada di samping gue itu.

Oke, Masa SMA gue selesai dan ini adalah babak baru dalam hidup gua dimana gue bukan lagi pelajar, melainkan MAHASISWA.

Nyokap gue pernah bilang kalo gue akan lebih ganteng kalo gue potong cepak. Gue berusaha untuk membuktikan itu. Dan inilah hasilnya. Ini adalah pertama dan terakhir kalinya gue potong ala tentara begini.

100_6963

100_6918

Photo_00003

Jujur gue ngerasa bosen menjadi mahasiswa yang cuma jago berteori tanpa tau dunia kerja yang sebernenya.

IMG_2450Dan ini adalah gue bersama staff accounting & finance lainnya di tempat gue kerja.

Segitu dulu sedikit tentang gambaran perjalanan gue dari Alvi Culun sampai menjadi Alvi Cullen. Hehe. .

Jadi seorang accounting memang bukan cita – cita gue. Itu cita – cita nyokap gue. Gue seneng karena dah bisa wujudkan apa yang nyokap gue pengen dan gue akan tetep jalani itu entah sampai kapan bukan karena gue terpaksa tapi karena gue mulai mencintai dunia accounting. Gue punya cita – cita. Tapi itu bukan cita – cita yang bisa di kejar dengan perlu menjadi mahasiswa terlebih dahulu dan itu adalah cita – cita gue dari kecil dan gue sedang mengejar itu.

      Salam,

   bukanALVI

Advertisements

3 thoughts on “From Culun to Cullen (Alvi dari Masa ke Masa)

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s