Kisah Tragis Mumu’s Family

Ini adalah kisah tentang sebuah keluarga bahagia sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan empat anak.
Dan mereka adalah hamster – hamster gue dan Hendy (sepupu gue) yang kami beli disebuah toko hamster yang udah hampir tutup alias bangkrut.
Cerita ini berawal ketika si Hendy baru pulang dari sekolahnya yaitu SMP Strada Budi Luhur Bekasi dimana dia terlihat langsung ingin pergi lagi setelah meletakkan tasnya dikamar.

“Mau kemana Hen?” tanya gue.

“Mau beli hamster. Mau ikut gak?

“Yawdah ayok.”

Dan akhirnya kami pun berangkat ke toko hamster itu dengan motor Honda supra fit kami.
Sampai di toko gue langsung mendadak berubah menjadi sosok cewek alay yang lagi jalan – jalan ke toko karet rambut.
“Iih, lucu lucu lucu. .” Sumpah ini najis banget.
Akhirnya kami bertanya – tanya sama abang penjualnya yang mirip kaya Sule OVJ tapi dengan model rambut cepak ala tentara (Silahkan bayangkan) tentang jenis – jenis hamster yang dia jual.
Ternyata ada jenis Syrian, Winter white, roborovski, hybrid dan Campbell.
Dan kami pun fix untuk membeli sepasang hamster campbell.

Yang betina Berwarna Putih belang belang hitam dengan tubuh langsing kaya Luna Maya.
Sedangkan yang jantannya berwarna putih bersih yang ternyata setelah gue tau kalau si jantan adalah penderita albino yang katanya gak boleh dikawinkan karena akan membuat hamster albino makin banyak.
Jujur gue kasian sama ni hamster yang kalo manurut aturan dari Menteri Perkawinan dan Pertahanan Hamster gak boleh dikawinkan.
Gue bisa bayangkan kesedihannya.
Tapi hamster itu dah ada di rumah gue dengan satu hamster betina yang gue letakkan di akuarium tempat dulu gue melihara ikan cupang mandul yang dulu pengen gue ternak tapi gak pernah beranak jaman gue SD yang tentunya sekarang udah gue ubah menjadi rumah hamster yang agak layak.
Ada pasir, serutan kayu, tempat pipis sekaligus pup (Boker) dan mainan mainannya yang selalu gue kasih warna pink.
Awalnya mereka hidup tidak bahagia.
Oh iya, gue lupa kasih tau kalo nama si betina adalah Mumu. Gak penting ya? yaudah.
Si mimi selalu marah kalo si mumu mengajak kenalan dengan mendekatinya sambil membawakan sebutir biji bunga matahari.
Si mimi terlalu juah mahal. Kasian si Mumu.
Setelah sekian minggu Mumu berusaha mendekati Mimi dan tetap gagal, Mumu menjadi murung dan selalu terlihat sedang menyendiri di sudut akuarium yang menjadi rumahnya.
Dia jadi jarang makan dan bermain dengan Hamsterballnya.
Melihat Mumu yang galau, Mimi ppun kasian dan mencoba untuk mendekati Mumu.
“Hai, maafin aku ya.” Kata Mimi sambil memberikan sebutir biji bunga matahari.
Hal itu membuat Mumu terharu dan matanya berbinar – binar. Lalu mulai saat itu mereka pun sudah bisa akur dan sekarang mereka udah sering main bersama. (Ini lama – lama kaya dongeng anak balita.)

Sorry gue mulai gak jelas. Tentang percakapan tentang Mumu dan Mimi pasti kalian dah tau kalo itu bohongan. Tentang Mimi yang awalnya galak sama Mumu dan Mumu akhirnya galau itu beneran.

Pada suatu haru gue liburan ke Purworejo dan gak mungkin membawa Mumu dan Mimi. Otomatis Hendy lah yang harus merawat mereka selama gue gak ada.

Beberapa hari gue di purworejo gue mendapat kabar kalo Mimi melahirkan 4 ekor bayi hamster yang sangat imut imut menjijikan. Mirip kaya bayi curut.
Kabar itu membuat gue seneng banget. Bukannya gue lebay dan alay (apa bedanya). Gue emang seneng melihara hewan. Semua hewan yang gue pelihara belum pernah berhasil untuk beranak.
Ini peliharaan pertama gue yang bisa beranak. Dan gue langsung mencari di google.com cara merawat bayi haster yang baru lahir dan segera gue memerintahkan Hendy untuk memisahkan Mimi beserta anaknya dari si Mumu karena menurut google.com seekor hamster jantan sangat mungkin memakan bayinya karena dikira makanan.
Dan Hendy pun memisahkan mereka.Ini sangat tidak hamsterwi manurut gue.
Besok lusa gue pulang ke bekasi dan gue dah dapet tiketnya. Gue gak sabaran untuk melihat hamster – hamter gue.

Langsung aja kita loncat ke 3 hari berikutnya.

Gue akhirnya sampai di rumah gue yang dibekasi. Dan gue langsung bergegas ke lantai atas untuk melihat Mumu, Mimi dan anak anaknya.
Tapi yang gue dapati adalah kandang yang kosong dan mainan – mainan hamster yang sudah berantakan di luar kandang.
“Hamsternya mati semua vi dimakan tikus.” kata hendy tiba – tiba muncul.
Gue gak nyangka kebahagian mereka terlalu singkat. Mereka harus mati di mulut seekor tikus got yang menyelinap ke rumah gue.

Dan inilah foto si Mumu dan Mimi

Almarhumah Mimi

Ini Foto Mimi

Almarhum MumuIni Foto Mumu

Advertisements

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s