Khayalan – Khayalan Versi Alvi

Namanya juga remaja ababil, menghayal itu biasa (tanpa gue sadari gue ngaku sebagai remaja ababil). Entah itu karena kita merasa tidak mampu untuk mencapai sesuatu hal lalu kita hanya bisa berkhayal atau mungkin juga karena yang kita khayalkan adalah sesuatu yang benar-benar gak mungkin. Berdasarkan hasil surfei (survei maksudnya) yang udah gue lakukan selama berpuluh-puluh detik, #hening sejenak, ada beberapa jenis khayalan yang sering ada di otak kita.

Yang pertama adalah Mengkhayal menyelamatkan pacar kita.

Contohnya seperti kita mengkhayal menjadi Gathot Kaca (entah bagian tubuh mananya yang terbuat dari kaca) lalu kita membantu cewek yang kita taksir dari jambret dan kita melawan jambret tersebut dengan busur panahnya yang sakti dan imut hingga penjambret itu lari tunggang langgang. Kemudian kita menghilang dan si cewek mencari cari kita dan ketika cewek bingung mencari kita karena ingin berterimakasih dan ingin tau siapa kita sesungguhnya (ingat film Spiderman), tiba-tiba kita (sang gathot kaca) dateng dari atas tepat didepan cewek tersebut dan cewek itu mencium kita (bibir gathot kaca yang masih hangat gara-gara abis makan petasan). Sangat romantis bukan? Atau sangat miris? Kalo gue si jujur, ini, sangat, NAJESS TRALALA. Tapi ini kan pendapat. Kalo gue si biasanya membayangkan gue sebagai Power Pup-Boy. (Anak super yang suka membela kebenaran dengan pup supernya yang seperti ledakan bom atom yang berisi tinja.

Yang kedua adalah mengkhayal malakukan sesuatu yang romantis dengan cewek yang kita taksir.

Kalo ini si khayalan yang paling banyak muncul diotak para remaja yang masih jomblo. Bahkan bukan cuma remaja, para bujang lapuk pasti juga sering berkhayal seperti ini. Dan ada lagi yang lebih parah yang kalian perlu tau. Sampai-sampai kakek-kakek juga mengkhayalkan hal seperti ini bersama cewek (lebih tepatnya anak SD) yang akan dijadikan istri ke-13nya. Benar-benar. Mungkin ini adalah khayalan yang paling populer. Misalnya aja begini khayalannya. Kita sedang bersama pacar kita (didalam khayalan, cewek yang gak mungkin suka sama kita pun bisa jadi pacar kita) yang sebenarnya sangat suka dengan tokoh Gathot Kaca dan pada saat itu adalah hari ulang tahun pacar (khayalan) kita. Kita sudah menyiapkan sebuah kalung dengan gantungannya berbentuk huruf “GK” yang akan kita berikan dengan rencana yang sudah matang-matang dibuat dihari sebelumnya. Nah, ketika kita dan si cewek sudah sampai ditempat yang akan dijadikan lokasi panetrasi (jangan artikan kata ini seperti arti dalam pelajaaran REPRODUKSI di SMA), kita meninggalkan si cewek sebentar dengan alasan ingin kebelakang sebentar. Di”belakang” kita segera mengenakan pakaian Gathot Kaca yang akan digunakan untuk menjalankan misi. Dan, inilah waktunya. Kita dengan pakaian Gathot Kaca menghampiri sang cewek dengan cara berjalannya yang khas seperti banci habis disunat (#membayangkan sejenak) dan secara otomatis sang cewek sangat terkejut karena awalnya dia mengira ditempat itu memang sedang ada acara memperingati satu juta hari meninggalnya almarhum Gathot Kaca yang kemudian dia tau bahwa Gathot Kaca itu adalah kita. Lalu sang Gathot Kaca itu bilang, “hepi bertdey ya..” sambil mengeluarkan kalung yang tadi sudah kita persiapkan..

“Aku punya sesuatu buat kamu..” lanjut Gathot Kaca.

Dan cewek hanya bisa terdiam (ceritanya senang banget). Dan diberikanlah kalung itu kepada sang cewek. Dan beginilah percakapan mereka selanjutnya;

Cewek : Ya ampun sayang, bagus banget kalungnya. Tapi kenapa bentuk liontinnya GK. Aku kan kalo main bola sukanya jadi penyerang. Bukan Kiper. (Si cewek mengira GK adalah Goal Keeper dan si cowok baru tau kalo si cewek hobi main bola.)

Cowok : Bukan sayang, GK itu Gathot Kaca.

Cewek : Ya ampun sayang, kamu kok tau si aku sukasama Gathot Kaca? Kamu bener – bener the best deh sayang. Boleh gak aku cium kamu?

Cowok : Boleh.. boleh.. boleh… (Tiba tiba sosok Gathot Kaca yang jantan perkasa berubah menjadi bringas seperti kucing garong kelaperan)

#lalumerekaberciuman

Yang ketiga adalah mengkhayalkan kita sudah berkeluarga dengan orang yang kita taksir.

Yaah, namanya juga berkhayal kita bebas dong mau kaya gimana aja ceritanya. Nembak cewek kek, nikahin itu cewek kek, atau mungkin kita membayangkan waktu lagi sidang perceraian kita sama orang yang kita taksir setelah 3 hari menikah. Sah – sah aja. . Pernah si dulu (padahal sampe sekarang masih sering) waktu gue SD suka sama seorang cewek yang menurut gue dia itu manis banget, bahkan seribu kali lebih manis dari minuman yang dijual diterminal dengan wadah seperti aquarium yang abangnya kalo mau ngambil minumannya pake gayung tangkai panjang yang pemanisnya kata nyokap gue itu pemanis buatan. Pokoknya gue naksir berat sama tu cewek. Namanya Painem (nama samaran). Gue naksir dia dari kelas 3 SD. Luar biasa banget itu perasaan. Rasanya gue pengen cepet-cepet besar (semenjak saat itu gue langsung kalo makan kaya kuda lumping makan beling yang beringas banget biar cepet besar) biar bisa segera menikah sama Painem. Dan gue sampe sering banget berkhayal gue nikah sama si Painem dan gue punya anak dari dia. Buseeet deeh. . . Padahal waktu itu umur gue masih 9 tahunan mungkin. Kalo memang benar jaman semakin hancur, gue gak bayangin apa yang anak SD sekarang khayalkan dengan orang-orang yang mereka taksir. Mungkin ada sebagian dari mereka yang berkhayal punya satu orang istri di tiap kecamatan di Indonesia.

Yang keempat adalah kita mengkhayal menjadi tokoh utama difilm romantic bersama orang yang kita taksir sebagai lawan mainnya

Dan gue yakin banyak dari kalian yang mengkhayalkan ini saat menonton Titanic. Ya kan? Ya kan? Ya kan? Jujur gue pernah mengkhayalkan ini. Gue lagi naksir sama seorang cewek dan gue membayangkan gue sebagai Jack sedangkan cewek yang gue taksir sebagai Rose. Tapi tentunya yang gue bayangkan sudah gue sensor. Dalam berimajinasi gue juga gak mau kalah sama “tukang sensor” dinegara kita yang ugal-ugalan banget nyensornya. Sampe-sampe critanya menimbulkan pertanyaan. Pernah disuatu film yang disensor, gue kaget kenapa setelah iklan tokoh perempuannya tiba-tiba hamil. Gue Tanya sama bokap (saat itu gue masih kecil) tapi dia malah jadi gaguk. Dan yang gue lakukan dalam menyensor imajinasi gue berkebalikan dengan “tukang sensor” yang gue bilang tadi. Jadi yang gue sensor adalah adegan-adegan yang gak disensor di TV.

Sebenernya masih banyak lagi khayalan-khayalan yang benar-benar mutakhir. Seperti kita menjadi hewan kecil supaya bisa masuk kedalam daleman cewek yang kita taksir (salah satu khayalan gue waktu SD), atau ada juga yang mengkhayal kita punya ilmu santet yang bisa masukin mobil rongsokan berkarat kedalam testis cowok yang udah dengan sukses merebut cewek kita (kalo ini ada ilmunya, gue bener-bener harus belajar).

Sekian hasil survei gue, barangkali ada yang punya jenis khayalan lain bisa share lewat comment dibawah.

Follow twitter @adrianusalvia , thankyou..

Advertisements

Berikan Apresiasi Kalian terhadap Tulisan Ini dengan Berkomentar. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s